Kebakaran yang terjadi di gedung atau daerah kerja merupakan efek yang mesti diminimalkan. Sebab efeknya akan memicu kerugian yang amat besar bagi perusahaan. Sekalipun gedung atau daerah kerja juga telah dilindungi asuransi, namun tetap saja cara pencegahan mesti dilakukan. Sebab dengan begitu proses kerja yang ada didalam perusahaan sanggup tetap berlangsung, tanpa mesti ada halangan sebab mengalami insiden ini.

Nah untuk menahan terjadinya kebakaran di pabrik, gedung atau daerah kerja, perusahaan mesti menerapkan manajemen keselamatan kebakaran yang tepat. Berikut manajemen pencegahan kebakaran yang sanggup dilakukan.

1. Identifikasi Bahaya Kebakaran

Ya, inilah cara yang mesti pertama kali dilakukan. Dengan melaksanakan identifikasi pada potensi penyebab kebakaran yang bisa saja timbul. Seperti dengan mengidentifikasi sumber api yang bisa saja berasal dari bahan yang mudah terbakar.

Selain itu dengan melihat suasana daerah yang dijadikan sumber panas di daerah kerja. Misalnya pada colokan listrik dan soket. Jika kondisinya beralih warna atau hangus, berarti perihal itu mesti diwaspadai. Demikian juga kalau terdapat isyarat bekas terbakar pada meja atau kursi sebab seumpama terkena rokok, maka perihal itu pun mesti diidentifikasi sebagai keliru satu daerah yang diwaspadai.

Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah untuk terbakar. Termasuk juga untuk peralatan maupun perlengkapan di daerah kerja. Perhatikan juga bagaimana bahan bangunan dan struktur bangunan. Semua barang yang sanggup berkontribusi pada penyebaran api ini juga mesti diidentifikasi https://mabruka.co.id/blog/2020/04/15/instalasi-fire-alarm/ .

Dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengidentifikasi sumber oksigen yang sanggup memudahkan terjadinya kebakaran. Misalnya saja, Anda sanggup identifikasi bagaimana aliran hawa alam melalui pintu, dan jendela. Dengan melaksanakan identifikasi ini, Anda sanggup mendapat gambaran yang komprehensif bagaimana potensi kebakaran di daerah kerja itu bisa saja terjadi.

2. Identifikasi Orang yang Berisiko Terkena Kebakaran

Bukan cuma identifikasi daerah kerja, bahan, dan peralatan, perusahaan juga mesti melaksanakan identifikasi pada orang-orang yang bisa saja berbahaya terkena efek kalau kebakaran terjadi. Yang mesti diidentifikasi adalah siapa saja yang bisa saja terkena kebakaran, berapa jumlahnya. Hal ini bukan cuma pada karyawan, namun juga pada konsumen, tamu, maupun rekanan.

Selain itu mesti diidentifikasi juga secara memahami orang-orang yang bisa saja akan mengalami susah untuk dievakuasi kala kebakaran terjadi. mereka ini sanggup customer yang telah lanjut usia, customer yang punya kekurangan fisik, anak-anak, dan juga petugas cleaning service, petugas keamanan, petugas pemeliharaan yang bisa saja berada di area yang terisolasi.

3. Lakukan Evaluasi dan Pengurangan Resiko

Pada bagian ini, proses asesmen atau penilaian potensi kebakaran kerja telah dilakukan. Nah, cara sesudah itu adalah dengan mengevaluasi bagaimana bisa saja titik awal api muncul. Kemungkinan ini sanggup ditunaikan dengan melihat seluruh potensi bahaya munculnya api layaknya telah diidentifikasi sebelumnya.

Bila perlu, pada bagian ini ditunaikan uji coba dengan menyalakan api pada daerah yang dikira sanggup mudah terbakar. Dengan begitu, Anda sanggup segera memperoleh gambaran bagaimana kala suasana itu terjadi. Sehingga Anda sanggup pertimbangkan seberapa cepat api itu akan menyebar ke anggota yang lain.

Nah, sehabis Anda melaksanakan uji coba ini, Anda jadi memahami apa yang mesti ditunaikan agar jangan hingga bahaya kebakaran itu muncul. Anda sanggup mengambil alih langkah-langkah untuk mengurangi efek terjadinya kebakaran. Yang sanggup ditunaikan seperti:

Mengurangi potensi sumber api
mengurangi atau menghilangkan bahan yang mudah terbakar
melakukan pengaturan aliran hawa agar tidak mempercepat penyebaran api
dan juga juga mesti dipikirkan kemana orang-orang mesti berlari kalau hingga kebakaran terjadi.
Prinsipnya adalah tingkat tindakan keselamatan kebakaran yang diambil alih di daerah kerja mesti sepadan dengan risiko kebakaran yang bisa saja timbul. Artinya, semakin tinggi risiko kebakaran, maka semakin tinggi standar langkah-langkah keselamatan kebakaran yang diperlukan.

4. Dokumentasikan, Rencanakan, Informasikan, Instruksikan dan Lakukan Pelatihan

Pada bagian keempat manajemen keselamatan kebakaran di daerah kerja meliputi proses tersebut. Jadi beraneka temuan didalam identifikasi maupun tindakan yang diambil alih mesti didokumentasikan dan disimpan dengan baik. Dengan begitu, proses yang ditunaikan untuk menahan kebakaran di daerah kerja sanggup terdata dengan baik. Memang untuk melaksanakan seluruh ini, mesti ada karyawan yang melakukannya. Staf inilah yang bertugas untuk mengawal seluruh proses pencegahan kebakaran di daerah kerja.

5. Lakukan Penilaian Resiko secara Teratur

Benar, penilaian risiko keselamatan kebakaran mesti ditunaikan secara teratur. Dengan begitu, suasana keselamatan kebakaran ini sanggup terkontrol dengan baik. Jika seumpama terjadi pergantian yang memicu efek terjadinya kebakaran meningkat, perihal itu juga dengan mudah sanggup diketahui.

Nah, inilah langkah-langkah yang mesti ditunaikan untuk melaksanakan manajemen pencegahan kebakaran di daerah kerja. Jika proses ini ditunaikan dengan benar, konsisten, dan berkelanjutan, daerah kerja yang safe layaknya yang dikehendaki sanggup tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *